Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa
Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa, di laksanakan di lerep, tepatnya di langen werdasih. Di dalam acara ini dimaksudkan untuk TOT (Training of Trainer) untuk pengelola kewirausahaan di unnes. Dalam pengelolaan Program kewirausahaan Mahasiswa perlu untuk dikelola dengan benar, agar para mahasiswa yang mengajukan PMW dan apapun yang berkaitan dengan kewirausahaan di kampus dapat berjalan dengan benar.
Beberapa perguruan tinggi mendapatkan dukungan dari dikti dalam pengelolaan program kewirausahaan ini. Masalah yang utama dari pengelolaan ini adalah bagaimana membentuk mindset mahasiswa yang dulunya ingin menjadi karyawan, pegawai kantor ataupun pegawai negeri, dibelokkan untuk menjadi mental mental kewirausahaan. Ini yang paling sulit.
Nara sumber dari universitas gadjah mada, Ibnu Wahid Fachrudin Aziz, STP, MT. Memaparkan presentasinya, dan sekalian sharing mengenai bagaimana keadaan pengelolaan kewirausahaan yang ada di UGM. Dari awal pembentukan dan diserahi SK dari rektor UGM, Pengelola diberi sarana gedung dan diminta untuk secara mandiri mengelola baik mengenai pembiayaan dan pengelolaannya. Dari sini muncul bagaimana pengelola secaa survive untuk hidup dan bisa mengelola lembaganyasaendiri, termasuk membayar listrik dan lain lain.
Ibnu juga menegaskan, ketika kita mengelola bidang ini “Passion” harus dikedepankan. Mahasiswa harus dari hati dari pemikiran yang kuat dan kemauan yang tangguh untuk mengelola usaha ini. Jarang sekali mahasiswa yang mempunyai pemikiran ini, banyak mahasiswa ktika kuliah kepingin untuk menjadi karyawan. Coba kita pikir banyak mana yang pingin jadi karyawan dan yang pingin jadi pengusaha ketika sudah lulus dari kuliah?
Ijasah yang di terima kadang malah membuat anak anak tidak konsen dengan membuka peluang usaha. Lha wong sudah sekolah tinggi tinggi kok memulai usaha baru, jadi karyawan atau pegawai kan enak. Dan enak njawabnya kalo ditanya “Sekarang Kerja Dimana?” dari pada di tanya piye usahamu? laris? he he he ![]()
Pola pikir anak anak tidak semuanya bisa cepat di belokkan, virus ini tidak mudah untuk di suntikkan. Pengalaman banyak di temui, ketika virus ini menjangkit ke mahasiswa yang notabene orangtuanya menginginkan anaknya menjadi guru, eh mengetahui anaknya kepingin belajar membuka usaha baru, orang tuanya marah dan melarang untuk melanjutkan belajar usahanya. Dengan nasaehat yang sangat halus, “nok, konsentrasi pada kuliah saja, jangan macem macem, kamu kan calon guru”.
Susah memang mendidik orang menjadi usahawan, kalau bukan dari diri kita sendiri. Demikian juga susah untuk menjadi wirausaha, apalagi mahasiswa, kalau bukan dari diri sendiri yang mempunyai visi, misi hidup dan passion. he he he ![]()
Mari kita perbuat, mari kita action, mari berusaha…. jadikan dirikita entrepreneur sejati.
ditulis saat terjebak dalam TOT manajemen bagi pengelola Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa yang diselenggarakan oleh UNSECC (unnes Student Entrepreneurship And Centre Center).
Related Posts:
Tags: entrepreneurship mahasiswa, entrepreneuship, kegiatan kewirausahaan, Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa, kewirausahaan, kewirausahaan mahasiswa, student entrepreneurship




Semoga sukses, tapi kapan ya karya karya entrepreneur muncul dari mahasiswa dapat terlihat bagus? artinya menjadi entrepreneur sejati…