Silabus Evaluasi Kurikulum
Deskripsi Mata Kuliah:
Dalam mata kuliah ini pengertian kurikulum dan program pendidikan tidak dibedakan. Mata kuliah ini membahas mengenai pengertian evaluasi kurikulum/program dan konsekuensinya terhadap pekerjaan evaluasi, tujuan evaluasi, status evaluasi sebagai area of inquiry dan pekerjaan profesional, etika dan persyaratan evaluator, prosedur umum, model evaluasi beserta contoh-contoh mengenai penggunaan model tersebut.
Tujuan:
Mata kuliah ini bertujuan mengembangkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan mahasiswa dalam evaluasi kurikulum, terutama yang berkenaan dengan:
a. pengertian dan wawasan mengenai evaluasi kurikulum
b. menggunakan istilah-istilah teknis dalam evaluasi kurikulum
c. menerapkan etika seorang evaluator dalam melaksanakan pekerjaan
d. melaksanakan evaluasi kurikulum sesuai dengan prosedur
e. menggunakan model-model evaluasi kurikulum
f. menyusun pelaporan hasil evaluasi
Pengalaman Belajar:
Selama mengikuti perkuliahan ini mahasiswa S-2 Pengembangan Kurikulum diwajibkan mengikuti kegiatan:
a. ceramah, tanya jawab dan diskusi di kelas
b. penyajian makalah di kelas
c. pengumpulan data lapangan
Evaluasi Hasil Belajar:
Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam:
a. partisipasi kegiatan kelas
b. pembuatan dan penyajian makalah
c. laporan literature (annotated bibliography)
d. UTS dan UAS
URAIAN POKOK BAHASAN SETIAP PERTEMUAN:
I) Membahas silabus perkuliahan dan mengakomodasi berbagai masukan dari mahasiswa untuk memberi kemungkinan revisi terhadap pokok bahasan yang dianggap tidak penting dan memasukkan pokok bahasan yang dianggap penting. Sesuai dengan apa yang dikemukakan dalam silabus, pada pertemuan ini dikemukakan pula tujuan, ruang lingkup, prosedur perkuliahan, penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan mahasiswa, ujian yang harus diikuti termasuk jenis soal dan cara menyelesaikan/menjawab pertanyaan, dan sumber-sumber.
II) Pengertian Evaluasi Program (definisi, persamaan dan perbedaan evaluasi kurikulum dengan penelitian, persamaan dan perbedaan dengan tes dan pengukuran).
III) Landasan, tujuan, dan fungsi evaluasi program (akuntabilitas sebagai landasan evaluasi kurikulum, tujuan melaksanakan evaluasi kurikulum, fungsi formatif dan sumatif dalam evaluasi kurikulum, keterkaitan evaluasi kurikulum dengan politik dan kebijakan pendidikan)
IV) Etika, kontrak dan hubungan antara evaluator dengan stakeholders (etika yang harus dipenuhi oleh evaluator ketika melakukan pekerjaan dalam kontrak atau pun mandiri serta kaitannya dengan stakeholders, evaluator sebagai pengambil keputusan dan evaluator sebagai pemberi masukan kepada pengambil keputusan).
V) Ruang lingkup evaluasi program ( evaluasi untuk kurikulum sebagai ide, sebagai rencana tertulis/dokumen, sebagai suatu implementasi, sebagai hasil, evaluasi terhadap performance, dan evaluasi terhadap impact suatu kurikulum)
VI) Kriteria dan pendekatan pengembangan kriteria (pengertian kriteria serta fungsi kriteria dalam evaluasi kurikulum, empat pendekatan pengembangan kriteria dalam evaluasi kurikulum: pre-ordinate, fidelity, mutually adaptive, process serta berbagai pelaksanaan untuk masing-masing pendekatan, keuntungan serta kelemahan masing-masing pendekatan, dan performance indicator)
VII) Pendekatan, desain, dan prosedur evaluasi kurikulum (membahas dan memahami persamaan dan perbedaan dalam filosofis, prosedur dan metode serta mampu melaksanakan prosedur evaluasi kuantitatif dan evaluasi kualitatif, bench-marking evaluation)
VIII) Pelaporan dan pemanfaatan hasil evaluasi (tujuan pelaporan, identifikasi audiences serta manfaat laporan, waktu pelaporan , bentuk laporan berdasarkan audiences dan manfaat, pemanfaatan laporan oleh audiences). UTS diberikan pada waktu ini dan harus diserahkan seminggu kemudian
IX) Model-model evaluasi kuantitaif ( membahas mengenai keunggulan dan kelemahan model black-box, system model dihubungkan dengan tujuan evaluasi dan keputusan evaluas. Contoh dari pelaksanaan model ini juga dibahas)
X) Model evaluasi kuantitatif (membahas mengenai keunggulan dan kelemahan model countenance dihubungkan dengan tujuan evaluasi dan keputusan evaluasi. Contoh dari pelaksanaan model ini juga dibahas)
XI) Model evaluasi kuantitatif (membahas mengenai keunggulan dan kelemahan model CIPP dihubungkan dengan tujuan evaluasi dan keputusan evaluasi. Contoh dari pelaksanaan model ini juga dibahas)
XII) Model evaluasi kualitatif (membahas mengenai keunggulan dan kelemahan kualitatif secara umum beserta membahas model case study yang banyak digunakan dihubungkan dengan tujuan evaluasi dan keputusan evaluasi. Contoh dari pelaksanaan model ini juga dibahas)
XIII) Model evaluasi kualitatif (membahas mengenai keunggulan dan kelemahan model illuminative dihubungkan dengan tujuan evaluasi dan keputusan evaluasi. Contoh dari pelaksanaan model ini juga dibahas)
XIV) Model evaluasi kualitatif (membahas mengenai keunggulan dan kelemahan model Goal-Free dihubungkan dengan tujuan evaluasi dan keputusan evaluasi. Contoh dari pelaksanaan model ini juga dibahas). Tugas anotasi diserahkan pada pertemuan ini.
XV) Model ekonomi untuk evaluasi (membahas mengenai keunggulan dan kelemahan model ekonomi dan secara khusus membahas model cost-benefit dihubungkan dengan tujuan evaluasi dan keputusan evaluasi. Contoh dari pelaksanaan model ini juga dibahas)
XVI) Model ekonomi untuk evaluasi (membahas mengenai keunggulan dan kelemahan model ekonomi dan secara khusus membahas model cost-benefit dihubungkan dengan tujuan evaluasi dan keputusan evaluasi. Contoh dari pelaksanaan model ini juga dibahas). Penutupan perkuliahan, penyerahan tugas makalah dan penyerahan soal UAS dilakukan pada waktu ini. Jawaban UAS harus dikumpulkan seminggu kemudian.
Daftar Literatur
Cousins,J.B. dan L.M. Earl (1992). The case for participatory evaluation. Educational Evaluation and Policy Analysis, 14, 4.
Daugherty,R. (1995). National curriculum assessment: a Review of policy 1987 – 1994. London: The Palmer Press.
Daugherty,E. (2001). Shifting Gears: Standards, assessment, curriculum, and instruction. Fulcom Publishers.
Forsyth,I., A. Jolliffe, dan D. Stevens (1999). Evaluating a course: Practical strategies for teachers, lecturers and trainers. Second Edition. London: Kogan Page.
Garcia,G.E. dan P. D. Pearson (1994). Assessment and diversity. Review of Educational Research, 20.
Glaser,R. dan E. Silver (1994). Assessment, testing, and instruction: retrospect and prospect, Review of Educational Research, 20.
Guba, E.G. dan Lincoln, Y. (1985). Effective evaluation: improving the usefulness of evaluation results through responsive and naturalistic approach. San Francisco: Jossey-Bass Publishers.
Hasan, S.H. (1986). Evaluasi Kurikulum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Howell,K.W., dan Fox, A.M. (1999). Curriculum Based Evaluation. Wadsworth Publishing Company.
King,J.A. (1994). Meeting the educational needs of at-Risk students: a cost analysis of three models. Educational Evaluation and Policy Analysis. 16, 1.
Louis,K.S. dan B. Versloot (1996). High standards and cultural diversity: Cautionary tales of comparative research – A comment on “benchmarking education standards”, Educational Evaluation and Policy Analysis, 18, 3.
Mabry,L. dan R.E. Stake (1997). Evaluation in the Post-Modern Dilemma. New York: Jai Press, Inc.
Madaus, G.F., Scriven,M.S. dan Stufflebeam,D.L. (Eds.)(1983). Evaluation Models: Viewpoints on Educational and Human Services Evaluation. Boston: Kluwer-Nijhoff Publishing
McLaughlin,M.W. dan D.C. Phillips(Eds.) (1991). Evaluation and education: at quarter century. Chicago: National Society for the Study of Education.
Nuthall,G. dan A.Alton-Lee (1995). Assessing classroom learning: how students use their knowledge and experience to answer classroom achievement test questions in science and social sciences. American Educational Research Journal, 32, 1.
Resnick,L, K. Nolan, dan D. Resnick (1995). Benchmarking education standards. Educational Evaluation and Policy Analysis, 17: 4.
Terwilliger,W.G. (1997). Semantic, psychometrics, and assessment reform: a close look at “authentic” assessments, Educational Researcher, 26, 8.
Torres,R.T., H.S. Preskill, dan M.E. Piontek (1996). Evaluation strategies for communicating and reporting: Enhancing learning in organizations. Thousand Oaks, California: Sage Publications.
Tucker, M.S. dan J.B. Codding (1998). Standards for our schools: how to select them, measure them, and reach them. San Francisco: Jossey-Bass Publishers
Related Posts:
Tags: apa perbedaan dari silabus dan kurikulum, apa perbedaan kurikulum dan silabus, apa perbedaan kurikulum dengan silabus, apa perbedaan silabus dan kurikulum, apa perbedaan silabus dengan kurukulum, artikel model evaluasi cipp b.inggris, assesment dan evaluasi, beberapa perbedaan silabus dan kurikulum, beda evaluasi dan penelitian, beda evaluasi kurikulum dengan penelitian, beda kurikulum dan silabus, beda silabus dan kurikulum, beda silabus dengan kurikulum, bedanya kurikulum dan silabus, bentuk evaluasi expression bahasa inggris, cache:hl-_-vswm5cj:unnes.info/silabus-mata-kuliah/silabus-evaluasi-kurikulum cara mengevaluasi kurikulum, cara evaluasi kurikulum, cara evaluasi silabus, cara mengevaluasi kurikulum, cara mengevaluasi sebuah kurikulum, cara mengevaluasi silabus, cipp kurikulum, contoh deskripsi matakuliah, contoh evaluasi cipp, contoh evaluasi kurikulum, contoh evaluasi model cipp, contoh evaluasi program dengan model cipp, contoh evaluasi program model cipp, contoh evaluasi program pendidikan, contoh makalah kriteria evaluasi kurikulum, contoh makalah kriteria mengevaluasi kurikulum, contoh makalah pengertian evaluasi kurikulum, contoh makalah tentang evaluasi kurikulum, contoh makalah tentang kriteria mengevaluasi kurikulum, contoh makalah tentang kriteria untuk mengevaluasi kurikulum, contoh model cipp, contoh model evaluasi cipp, contoh model evaluasi cipp di sekolah, contoh penerapan model cipp, contoh program cipp, contoh silabus mata kuliah, contoh silabus mata kuliah di unnes, contoh silabus unnes, definisi evaluasi kurikulum, etika dan politik evaluasi, etika dan poloitik evaluasi, etika evaluator, evaluasi cipp, evaluasi dan contohnya, evaluasi desain kurikulum, evaluasi formatif, evaluasi formatif dan sumatif, evaluasi kurikulum, evaluasi kurikulum dengan cipp, evaluasi kurikulum model cipp, evaluasi kurikulum pendekatan dan model, evaluasi model cipp, evaluasi program model cipp, evaluasi program pendidikan, evaluasi prosedur kurikulum, evaluasi sumatif, evaluasi sumatif dan formatif, fb, fungsi dan tujuan evaluasi, identifikasi berbagai pendekatan pengembanga kurikulum, jenis evaluasi kurikulum, jenis jenis evaluasi, jenis prosedur dan model evaluasi kurikulum, jenis-jenis evaluasi kurikulum, jenis,prosedur dan model-model evaluasi kurikulum, kelebihan dan kekurangan kurikulum, kelebihan dan kekurangan kurikulum di indonesia, kelebihan dan kekurangan kurikulum indonesia, kelebihan dan kekurangan masing masing kurikulum, kelebihan dan kekurangan setiap kurikulum, kelebihan dan kekurangan tiap kurikulum, keuntungan dan kerugian melakukan evaluasi program, konsep evaluasi kurikulum, konsep fungsi dan tujuan evaluasi, konsep,fungsi dan tujuan evaluasi, kritereria untuk mengevaluasi kurikulum, kriteria dalam evaluasi program, kriteria evaluasi kurikulum, kriteria kurikulum, kriteria kurikulum(makalah), kriteria untuk mengevaluasi kurikulum, kriteria-kriteria untuk mengevaluasi kurikulum, kurikulum cipp, kurikulum khalifah preschool, landasan evaluasi, landasan evaluasi kurikulum, langkah mengevaluasi kurikulum, logo, macam model evaluasi kurikulum, makalah evaluasi kurikulum, makalah kriteria evaluasi kurikulum, makalah kriteria untuk mengevaluasi kurikulum, makalah tentang evaluasi kurikulum, makalah terhadap tujuan kurikulum, makalah tujuan kurikulum, makalh kreteria untuk mengevaluasi kurikulum, mengevaluasi kurikulum, mengevaluasi silabus, menjelaskan silabus dalam kurikulum, model evaluasi benchmarking, model evaluasi black box, model evaluasi cipp, model evaluasi formatif, model evaluasi formatif dan sumatif, model evaluasi kurikulum, model evaluasi kurikulum cipp, model evaluasi program, model evaluasi program cipp, model evaluasi sumatif, model evaluasi sumatif dan formatif, model-model evaluasi, model-model evaluasi kurikulum, model-model evaluasi program, model-model silabus, model-model silabus cipp, pemanfaatan hasil assesment dan evaluasi, pemanfaatan hasil assessment dan evaluasi, pemfaatan hasil assesment dan evaluasi, penerapan model evaluasi program, pengembangan kriteria dalam evaluasi program, pengembangan kriteria evaluasi program, pengertian benchmarking, pengertian benchmarking evaluation model, pengertian benchmarking model, pengertian cipp, pengertian dan penggunaan benchmarking evaluation model, pengertian dan wawasan evaluasi kurikulum, pengertian evaluasi, pengertian evaluasi dan contoh, pengertian evaluasi dan contohnya, pengertian evaluasi formatif dan sumatif, pengertian evaluasi kurikulum, pengertian evaluasi program, pengertian evaluasi program pendidikan, pengertian evaluasi sumatif, pengertian evaluasi sumatif dan contohnya, pengertian formatif dan sumatif, pengertian kriteria kurikulum, pengertian model cipp, pengertian,tujuan,prinsip,model2 evaluasi kurikulum, penggunaan benchmarking, perbedaan antara kurikulum dan silabus, perbedaan antara silabus dan kurikulum, perbedaan kurikulum dan silabus, perbedaan kurikulum dan silaus, perbedaan kurikulum dengan silabus, perbedaan silabus dan kurikulum, perbedaan silabus dengan kurikulum, politik, etika dan evaluator dalam evaluasi, prinsip evaluasi kurikulum., prosedur evaluasi dalam kurikulum, prosedur evaluasi desain kurikulum, prosedur evaluasi kurikulum, prosedur kurikulum, ruang lingkup evaluasi, ruang lingkup evaluasi kurikulum, Silabus, silabus dalam kurikulum, Silabus Evaluasi Kurikulum, start, sumatif for evaluation curiculum, tanya jawab evaluasi kurikulum, tanya jawab landasan dan kriteria evaluasi kurikulum, tanya jawab tentang evaluasi kurikulum ?, tujuan evaluasi, tujuan evaluasi kurikulum, tujuan kurikulum, Web



