KONSEP DASAR BASIS DATA
Pemrosesan data diperlukan untuk mengolah data menjadi informasi. Integrasi informasi dapat menjadikan informasi menjadi lengkap dan relevan, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal. Secara tradisional atau konvensional, kegiatan pemrosesan data suatu aplikasi dilaksanakan oleh bagian yang terkait dengan aplikasi tersebut.
Sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis, menggunakan Suatu aplikasi terdiri atas sekumpulan program aplikasi, file data, dan prosedur yang mengerjakan suatu proses atau fungsi. Pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah, yang disebut juga sistem pemrosesan file. Dimana masing-masing file diperuntukkan hanya untuk satu program aplikasi saja (lihat Gambar 1.1).
Sistem Pemrosesan File
Gambar 1.1 Sistem pemrosesan file untuk suatu Universitas
Keterangan :
File mahasiswa : Mhs (npm, nama, alamat, tgl_lahir)
MataKul (kd_mk, nama_mk, sks)
File MataKuliah :MataKul (kd_mk, nama, sks)
Perhatikan gambar 1 mengenai suatu universitas yang mempunyai dua sistem yakni sistem yang memproses data mahasiswa dan sistem yang mengelola data mata kuliah.
Kelemahannya dari sistem pemrosesan file ini antara lain :
1. Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency data)
Karena file-file dan program aplikasi disusun oleh programmer yang berbeda, sejumlah informasi mungkin memiliki duplikasi dalam beberapa file. Sebagai contoh nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa dapat muncul pada suatu file memiliki record-record mahasiswa dan juga pada suatu file yang terdiri dari record-record mata kuliah. Kerangkapan data seperti ini dapat menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan biaya akases yang bertambah. Disamping itu dapat terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah dan tidak diperbaiki pada file mahasiswa. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam laporan nilai mahasiswa.
2. Kesukaran dalam Mengakses Data
Munculnya permintaan-permintaan baru yang tidak diantisipasikan sewaktu membuat program aplikasi, sehingga tidak memungkinkan untuk pengambilan data.
3. Data terisolir (Isolation Data)
Karena data tersebar dalam berbagai file, dan file-file mungkin dalam format –format yang berbeda, akan sulit menuliskan program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai.
4. Masalah Pengamanan ( Security Problem )
Tidak semua pemakai diperbolehkan mengakses seluruh data. Bagian Mahasiswa hanya boleh mengakses file mahasiswa. Bagian Mata kuliah hanya boleh mengakses file mata kuliah, tidak boleh mengakses file mahasiswa. Tetapi sejak program-program aplikasi ditambahkan secara ad-hoc maka sulit melaksanakan pengamanan seperti yang diharapkan.
5. Data Dependence
Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada program aplikasi maka pemakai tidak dapat mengakses data.
Dengan kelemahan tersebut, pemrosesan file tradisional kurang mempunyai keluwesan dan tidak mendukung pemakaian data bersama (data sharing). Hal ini menyebabkan tidak dapat dilakukannya pertukaran data antar aplikasi, dan sering terjadi terpaksa harus dilakukan pengetikan ulang data dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain. Sehingga untuk mengatasinya, dikenalkan konsep baru yang disebut basis data.
Sistem Basis data
Gambar 1.2. Sistem basis data untuk suatu Universitas
Keterangan :
Mhs ( Npm, nama, alamat, tgl_lahir )
Mt_kul ( kd_mk, nama_mk,sks )
Perhatikan gambar1.2 di atas. Pada sistem ini record-record data disimpan pada satu tempat yakni basis data dan diantara program aplikasi maupun pemakai terdapat DBMS (Database Management System).
1.1 Redundancy Data (Kerangkapan Data)
Kerangkapan data (data redundancy), adalah munculnya data-data yang secara berlimpah/berulang kali pada file basis data yang semestinya tidak diperlukan Kerangkapan data dalam basis data perlu dihindari (paling tidak harus diminimalkan) karena beberapa alasan, yaitu:
• Pemborosan media penyimpanan basis data
• Biaya penyimpanan yang semakin besar
• Kesulitan / inefisiensi dalam pengolahan data
• Pemborosan waktu dalam pengolahan data
• Semakin besar kemungkinan muncul data tidak konsisten
Kejadian kerangkapan data dapat terjadi pada dua kemungkinan, yaitu:
1. Kerangkapan Data Dalam Satu File
Kerangkapan data dalam satu file ditunjukkan oleh file Pegawai dalam Tabel 1.1. Dalam contoh tersebut, kerangkapan data terjadi pada kolom Gaji_Pokok, yaitu untuk setiap karyawan yang mempunyai Gol_Gaji tertentu yang sama, maka harus dicatat kembali tentang Gaji_Pokok dengan nilai yang sama, sehingga data Gaji_Pokok akan disimpan secara berulang. Sebagai contoh, Rudi dengan NIP 2001, mempunyai Gol_Gaji yang sama dengan Nadia dengan NIP 2004 Sekalipun diketahui dan dapat dipastikan, bahwa Gaji_Pokok untuk semua pegawai yang memiliki Gol_Gaji IIIA adalah sama, yaitu 800.000, tetapi dalam file pegawai tersebut, keterangan besarnya Gaji_Pokok tersebut harus selalu disimpan kembali setiap dijumpai Gol_Gaji pegawai IIIA. Jika cacah pegawai yang memiliki Gol_Gaji yang sama semakin banyak, maka semakin banyak pula terjadi terjadi kerangkapan data dalam file pegawai tersebut.
Tabel 1.1 file_pegawai
NIP NAMA PEGAWAI ALAMAT GOLONGAN GAJI GAJI POKOK
2001 RUDI DEMANGAN IIIA 800.000
2002 YONO BABARSARI IVA 1.500.000
2003 MEGA TIMOHO IIIB 900.000
2004 NADIA KOTA BARU IIIA 800.000
2006 ERNEST SETURAN IVB 2.000.000
Kerangkapan data sebagaimana file pegawai harus dihindari dalam perancangan basis data. Untuk menghindari kerangkapan data dalam file pegawai tersebut dapat dilakukan dengan cara mengubah struktur file, yaitu memecah file pegawai menjadi 2 buah file baru, yaitu pegawai_1 dan Golongan. File pegawai_1 digunakan untuk mencatat nilai-nilai data yang berhubungan dengan identitas setiap pegawai, sedangkan file Golongan digunakan untuk mencatat besarnya Gaji_Pokok untuk setiap Gol_Gaji yang mungkin dimiliki oleh pegawai.
Pemecahan file ini harus tetap memenuhi definisi basis data, yaitu data-data harus tetap berhubungan. Dengan demikian, agar kedua file baru yang terbentuk tersebut dapat tetap saling berhubungan, maka diperlukan kolom yang dapat menghubungkan antara keduanya (kolom ini disebut sebagai kunci penghubung), yaitu Gol_Gaji dalam file pegawai. Selanjutnya, jika diperlukan keterangan mengenai besarnya Gaji_Pokok seorang pegawai, maka dapat diketahui dengan cara mencari nilai dalam kolom Gaji_Pokok dalam file Golongan sesuai dengan Gol_Gaji yang ada dalam file pegawai_1. Hasil pemecahan tersebut ditunjukkan oleh Tabel 1.2 dan Tabel 1.3.
Tabel 1.2 file_pegawai_1
NIP NAMA PEGAWAI ALAMAT GOLONGAN GAJI
2001 RUDI DEMANGAN IIIA
2002 YONO BABARSARI IVA
2003 MEGA TIMOHO IIIB
2004 NADIA KOTA BARU IIIA
2006 ERNEST SETURAN IVB
Tabel 1.3 file_golongan
GOLONGAN GAJI GAJI POKOK
IA 250.000
IB 300.000
IC 350.000
ID 400.000
IIA 450.000
IIB 500.000
IIC 600.000
IID 700.000
IIIA 800.000
IIIB 900.000
IIIC 1.000.000
IIID 1.250.000
IVA 1.500.000
IVB 2.000.000
IVC 3.000.000
IVD 4.000.000
2. Kerangkapan Data Dalam Beberapa File
Kerangkapan data dalam beberapa file terjadi jika muncul nama-nama kolom yang sama dalam beberapa file. Hal ini dikecualikan untuk kolom yang digunakan sebagai kunci penghubung antar data dalam file untuk memenuhi definisi basis data. Sebagai contoh, file Mahasiswa yang ditunjukkan oleh Tabel 1.4 dan file Minat_Mahasiswa yang ditunjukkan oleh Tabel 1.5 menunjukkan terjadinya kerangkapan data dalam 2 file. Dalam contoh tersebut, kerangkapan data terjadi pada kolom Nama_Mahasiswa (dalam file Minat_Mahasiswa), karena sebenarnya data Nama_Mahasiswa telah disimpan dalam file Mahasiswa.
Tabel 1.4 file Mahasiswa
NIM NAMA MAHASISWA
07060104 NOLAN
07060105 LASAR
07060106 BUDI
07060107 WAWAN
07060108 GUNAWAN
Tabel 1.5 Minat_Mahasiswa_1:File Minat_Mahasiswa
NIM NAMA MAHASISWA MINAT
07060104 NOLAN SEPAK BOLA
07060105 LASAR BOLA VOLI
07060106 BUDI BADMINTON
07060107 WAWAN KARATE
07060108 GUNAWAN KEMPO
Kerangkapan data dalam beberapa file dapat diatasi dengan cara menghapus kolom yang rangkap. Dalam contoh di sini, maka kolom yang rangkap adalah Nama_Mahasiswa di dalam file Minat_Mahasiswa. Dengan demikian, maka kolom tersebut harus dihapus / dihilangkan dari file Minat_Mahasiswa, sehingga hasil penghapusan tersebut akan menjadi file baru sebagaimana ditunjukkan oleh Tabel 1.6, yaitu diberi nama file Minat_Mahasiswa_1.
Tabel 1.6 file Minat_Mahasiswa_1
NIM MINAT
07060104 SEPAK BOLA
07060105 BOLA VOLI
07060106 BADMINTON
07060107 KARATE
07060108 KEMPO
Berdasarkan contoh tersebut, maka kerangkapan data dalam beberapa file dapat diatasi dengan cara menghapus kolom yang rangkap. Penghapusan tersebut dilakukan sesuai dengan kelompok datanya. (Catatan: kolom Nama_Mahasiswa merupakan kelompok data Mahasiswayang harus disimpan dalam file Mahasiswa, bukan termasuk kelompok data Minat_Mahasiswa, sehingga tidak perlu disimpan dalam file Minat_Mahasiswa_1).
1.2 Konsep Dasar Basis data
Basis data adalah suatu kumpulan data terhubung (interrelated data) yang tersimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data (controlled redundancy) dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan atau ditampilkan kembali; dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal; data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan mengguanakannya; data disimpan sedemikian rupa sehinga penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol. Dari pengertian tersebut diatas maka sapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria yang penting yaitu:
1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
3. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah.
5. Dapat digunakan denagn cara-cara yang berbeda.
6. Kerangkapan data (data redundancy) minimal.
Keenam kriteria diatas telah membedakan secara nyata atau jelas antara file basis data dan file tradisional yang bersifat program oriented, yaitu hanya dapat digunakan oleh suatu program aplikasi; berhubungan dengan suatu persoalan tertentu untuk sistem yang direncanakan; perkembangan data hanya mungkin terjadi pada volume data saja; kerangkapan data terlalu sering muncul atau tidak terkontrol; dan hanya dapat digunakan dengan cara tertentu saja.
Bahasa basis data
Bahasa basis data terdiri atas
Data Definition Language (DDL), merujuk pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk mendefinisikan objek – objek basis data, seperti membuat sebuah tabel basis data atau indeks primer atau sekunder.
Data Manipulation Language (DML), mengacu pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data, seperti penyimpanan data ke suatu tabel, kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya sekedar menampilkannya kembali.
Objektif Basis Data
Secara lebih lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut
a. Kecepatan dan kemudahan (Speed)
b. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
c. Keakuratan (Accuracy)
d. Ketersediaan (Avaibility)
e. Kelengkapan (Completeness)
f. Keamanan (Security)
g. Kebersamaan pemakaian (Sharability)
1.3 Sistem Basis Data
Suatu basis data dapat dibuat dan dipelihara dengan cara manual atau dengan menggunakan komputer. Suatu basis data yang berbasis komputer dibuat dan dipelihara oleh sekumpulan program aplikasi yang ditulis secara khusus untuk menyelesaikan masalah tertentu, atau dengan menggunakan suatu Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System).
Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) merupakan suatu perangkat lunak yang terdiri atas sekumpulan program untuk mengelola dan memelihara data di dalam suatu struktur yang digunakan oleh banyak aplikasi, bebas (independence) terhadap media penyimpanan dan metoda akses. Sistem tersebut menyusun elemen data di dalam struktur yang telah didefinisikan sebelumnya dan menyimpan relasi diantara elemen data yang berbeda di dalam basis data.
Sebagai suatu perangkat lunak, SMBD merupakan sistem perangkat lunak dengan penggunaan yang bersifat umum (general-purposed) yang memfasilitasi proses pendefinisian, konstruksi, dan manipulasi basis data untuk berbagai aplikasi.
Pendefinisian suatu basis data meliputi specifikasi tipe data, struktur, dan batasan-batasan untuk data yang akan disimpan di dalam basis data. Mengkonstruksi suatu basis data ialah proses penyimpanan data pada media penyimpanan yang dikontrol oleh SMBD. Memanipulasi suatu basis data ialah mendapatkan kembali data specifik, memperbarui basis data, dan menghasilkan informasi dari data.
Penggunaan suatu SMBD yang bersifat umum tidaklah cukup untuk mengimplementasikan suatu basis data yang berbasis komputer. Umumnya masih diperlukan sekumpulan program yang dibuat sendiri, untuk penggunaan yang bersifat khusus (special-purposed).
Basis data dan perangkat lunak merupakan bagian dari sistem basis data, yang secara ringkas dapat dikatakan merupakan sistem penyimpanan record yang terkomputerisasi. Penyederhanaan sistem basis data digambarkan sebagai berikut
Gambar 1.3 Penyederhanaan Sistem Basis Data
Sistem basis data terdiri atas empat komponen, yaitu:
a. Data:
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, data untuk suatu basis data mempunyai karakteristik terintegrasi dan pemakaian bersama. Pada aplikasi yang relatip besar data cenderung digunakan oleh sistem multi-user, sedangkan pada aplikasi relatip kecil data cenderung digunakan oleh sistem single-user.
Sistem multi-user ialah suatu sistem yang memungkinkan banyak pengguna (user) dapat mengakses basis data secara berbarengan (concurrent). Sistem single-user ialah suatu sistem dengan paling banyak satu pengguna dapat mengakses basis data pada sembarang waktu yang diberikan.
b. Perangkat keras:
Terdiri atas peralatan utama berupa penyimpanan bantu dan peralatan Input/Output (I/O), processor dan memory utama, serta peralatan pendukung (misalnya untuk peralatan jaringan atau peralatan komunikasi yang lain).
c. Perangkat Lunak:
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, perangkat lunak untuk sistem basis data disebut SMBD, yang merupakan lapisan diantara basis data secara phisik dengan pemakai. Fungsi utama dari SMBD ialah untuk menjadi perisai bagi pengguna dari rincian perangkat keras, sehingga pengguna dengan pengetahuan minimum mengenai perangkat keras dapat menggunakan sistem basis data dengan mudah.
d. Pengguna:
Terdapat 3 macam pengguna sistem basis data, ialah:
• Pemrogram aplikasi, yaitu yang bertanggung jawab menulis program aplikasi yang menggunakan basis data.
• Pengguna akhir, yaitu pengguna yang berinteraksi dengan sistem basis data secara on-line melalui workstation atau terminal. Antarmuka banyak digunakan untuk mempermudah interaksi. Sedang untuk pengguna tertentu menggunakan fasilitas update data secara interaktif dengan bahasa query, karena lebih luwes dalam memberikan fungsi yang tidak disediakan oleh antarmuka. Bahasa query ialah bahasa standar yang digunakan untuk mendefinisikan dan memanipulasi data di dalam basis data.
• Administrator Basis Data (Database Administrator), yaitu seseorang yang menyusun strategi dan putusan kebijakan mengenai data, dan menyediakan kebutuhan dukungan teknik untuk mengimplementasikan putusan yang dipilih. Administrator basis data bertanggung jawab terhadap penggunaan kewenangan akses ke basis data, mengkoordinasikan dan memantau penggunaan basis data, dan untuk menyediakan sumber-sumber perangkat lunak dan perangkat keras sesuai kebutuhan. Dengan demikian administrator basis data bertanggung jawab untuk semua kontrol sistem pada tingkat teknik.
Abstraksi data
Abstraksi data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.
Keterangan :
- Conceptual view merupakan pandangan yang berkaitan dengan permasalahan data-data saja yang diperlukan untuk disimpan dalam basis data dan penjelasan mengenai hubungan antar data yang satu dengan lainnya.
- Physical view merupakan bentuk implementasi dari conceptual view, yaitu pandangan tentang bagaimana data tersimpan dalam media penyimpanan data.
- User view dapat disejajarkan dengan sub-schema.
Tipe File
Tipe file yang digunakan dalam system basis data :
a. File induk (master file)
Ada 2 file induk :
• File induk acuan (reference master file)
o Recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya.
o Contoh: file daftar gaji, matakuliah.
• File induk dinamik (dynamic master file)
o Nilai dari recordnya sering berubah atau diupdate sebagai hasil suatu transaksi.
o Contoh : file stok barang.
b. File transaksi (transaction file)
• Disebut juga file input. Digunakan untuk merekam data hasil transaksi.
• Contoh : file penjualan barang.
c. File laporan (report file)
• Disebut juga file output. Berisi informasi sementara yang akan ditampilkan sebagai laporan.
d. File sejarah (history file)
• Disebut juga file arsip.
• Merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi tapi masih disimpan sebagai arsip.
e. File pelindung (backup file)
• Merupakan salinan dari file-file yang masih aktif didalam basis data pada saat tertentu.
• Digunakan sebagai cadangan apabila file basis data yang aktif mengalami kerusakan atau hilang.
1.4 Keuntungan Pendekatan Basis Data
Di dalam pendekatan basis data, terdapat suatu tempat penyimpanan data tunggal yang dikelola. Data tersebut didefinisikan sekali dan kemudian diakses oleh bermacam pengguna dan aplikasi.
Pendekatan basis data memberikan sejumlah keunggulan potensial dibandingkan dengan pemrosesan file tradisional. Keunggulan tersebut antara lain ialah:
1. Terkontrolnya kerangkapan data
Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.
2. Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan
3. Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.
4. Dapat diterapkan standarisasi
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.
5. Keamanan data terjamin
DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve)
6. Terpeliharanya integritas data
Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat
7. Mempermudah pengembangan aplikasi:
Pendekatan basis data akan memangkas beaya dan waktu untuk pengembangan aplikasi baru. Pemisahan deskripsi data dari program aplikasi menyebabkan susunan data dapat diubah dan dikembangkan (dalam batas tertentu) tanpa perlu mengubah program aplikasi yang memproses data tersebut.
8. Menyediakan antarmuka banyak pengguna:
Karena bervariasinya pengguna, dengan tingkat pengetahuan teknis yang berbeda, basis data menyediakan antarmuka pengguna yang bervariasi pula.
9. Menggambarkan relasi komplek diantara data:
Suatu basis data mungkin mengandung sejumlah keanekaragaman data yang saling berhubungan di dalam banyak cara. Pendekatan basis data memberikan kemampuan menggambarkan suatu keanekaragaman relasi yang komplek diantara data dengan tetap memberikan kemudahan dan efisiensi di dalam pencarian kembali dan update data yang berhubungan.
10. Menjalankan batasan keutuhan (integrity):
Banyak aplikasi basis data mempunyai batasan keutuhan tertentu yang diberlakukan pada data. Suatu SMBD menyediakan kemampuan untuk mendefinisikan dan menjalankan batasan tersebut.
11. Menyediakan backup dan pemulihan (recovery):
Suatu SMBD menyediakan fasilitas untuk backup dan pemulihan data dari kerusakan perangkat keras, perangkat lunak, maupun kesalahan proses.
1.5 Resiko pendekatan Basis Data
Sebagaimana putusan-putusan yang lain, pendekatan basis data bukanlah tanpa risiko, dan risiko-risiko tersebut harus dikenali untuk dapat ditangani. Pendekatan basis data membawa risiko-risiko sebagai berikut:
a. Spesialisasi baru:
Adopsi pendekatan basis data atau pembelian perangkat lunak SMBD memerlukan SDM dengan spesialisasi yang baru. Untuk memenuhinya perlu mencari tenaga baru atau dengan mengadakan pelatihan staf yang ada.
b. Perlunya beaya awal (start-up cost):
Beaya awal antara lain meliputi beaya untuk pengadaan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan. Bahkan untuk aplikasi yang komplek berpotensi memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak dengan beaya yang relatip mahal.
c. Perlunya konversi data:
Resiko ini muncul apabila data yang sudah ada sebelumnya diperlukan untuk basis data (untuk kesinambungan proses), dan dengan sistem penyimpanan data sebelumnya yang belum sesuai dengan keperluan basis data.
d. Perlunya backup:
Backup atau salinan file ke media penyimpanan yang tidak aktif, berguna di dalam mengembalikan data yang rusak atau hilang, khususnya untuk data yang penting jika terjadi kerusakan data. Perangkat lunak SMBD atau prosedur tambahan dapat digu-nakan untuk keperluan tersebut.
e. Meningkatnya kompleksitas data:
Di dalam basis data terdapat puluhan bahkan ratusan file yang saling terintegrasi. Pengelola file tersebut relatip komplek.
f. Data mudah diserang (vulnerable):
Dibandingkan dengan pemrosesan file tradisional, basis data lebih mengandung kerawanan apabila terjadi masalah di dalam basis data, karena banyak aplikasi secara bersamaan akan terganggu bahkan dapat menjadi lumpuh atau tidak dapat berfungsi. Meskipun gangguan keamanan basis data sudah diantisipasi, akan tetapi apabila sistem keamanannya telah dapat ditembus, penyusup akan dapat mengakses lebih banyak data dibanding di dalam lingkungan pemrosesan file tradisional.
g. Gangguan dengan adanya data bersama:
Akses tumbukan untuk data bersama melalui beberapa program aplikasi dapat menyebabkan timbulnya beberapa masalah. Diantara masalah tersebut ialah tidak tepatnya hasil update, dan terjadinya deadlock. Pembahasan lebih rinci kedua masalah tersebut diberikan pada bagian berikutnya.
h. Konflik organisasi:
Basis data melibatkan beberapa bagian di dalam suatu organisasi. Perlu suatu konsensus untuk pendefinisian maupun “pemilikan” data. Tanpa konsensus tersebut, tanggung jawab data, khususnya di dalam pemeliharaannya menjadi tidak jelas.
Meskipun demikian, secara keseluruhan basis data memberikan pemecahan dalam mengatasi makin meningkatnya kebutuhan akan informasi, makin meluasnya aplikasi, keterkaitan antar aplikasi, dan tuntutan pemakai akan layanan yang semakin cepat dan mudah.
Perkembangan teknologi komputer dan komunikasi yang sangat cepat menawarkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan basis data untuk meningkatkan layanan pengolahan data.
Related Posts:
Tags: "konsep manajemen data", "master data adalah", "media penyimpanan basis data", • timbulnya data rangkap (redundancy data) dan ketidak konsistensi data (inconsistency data), 1. jelaskan bagaimana database bisa mengalami kerusakan dan bagaimana cara mengatasinya atau mengambil atau mendapatkan kembali data yang rusak.?, 2 fungsi utama perangkat lunak basis data, 3. jelaskan bagaimana terjadinya pengelolaan berkas pada manajemen berkas, 5 konsep dasar basis data, abstraksi database, abstraksi database minimarket, akases dml mysql, aktivitas pemrosesan data, alasan kesulitan dalam pengelolahan data dalam organisasi, alasan kesulitan dalam pengolahan data, alasan kesulitan pengolahan data dalam organisasi, alasan media penyimpanan kurang populer, alasan menggunakan basis data dalam aplikasi program, alasan menggunakan sbd dalam aplikasi program, alasan muncul sistem basis data, alasan munculnya sistem basis data, apa itu data redundancy, apa itu minimum data redudency and inconsistencies?, apa itu redundancy dan inkonsistensi data, apa maksud data depedency, apa sajakah kelebihan dari pendekatan manajemen database, apa tiu konsep basis data?, apa yang dimaksud data inconsistency, apa yang dimaksud data redundancy, apa yang dimaksud dengan data redudancy,data inconsistency dan program-data-dependence, apa yang dimaksud dengan inkonsistensi, apa yang dimaksud dengan inkonsistensi data, apa yang dimaksud dengan manajemen by expression, apa yang dimaksud dengan perangkat lunak berbasis data, apa yang dimaksud dengan program data-dependence, apa yang dimaksud dengan single user dan multi user, apa yang dimaksud inconsistency, apa yang dimaksud inkonsistensi data, apa yang dimaksud redudancy, apa yg dimaksud dgn smbd dan keunggulan smbd, aplikasi baru basis data, arti dari file induk dan contohnya, arti data dependence, arti data inconsistency, arti data induk, arti data master, arti file tradisional, arti inkonsistensi, arti inkonsistensi data, arti inkonsistensi data adalah, arti master data, arti program data defendence, arti program-data-dependence, arti redudancy data, arti sistem file tradisional, arti system pemprosesan file, artikel base management, artikel pemanfaatan basis data dalam sebuah organisasi, artikel sistem basis data, artikel sistem pengolahan basis data, artikel tentang base management, artikel tentang pengolah data atau data base management, bagaimana cara penyelesaian masalah dalam hal penyimpanan, bagaimana mengatasi redundancy database, bagaimana proses terjadinya data menjadi informasi, bagaimana terjadinya pengelolaan berkas pada manajemen berkas, bagaimana terjadinya pengelolalan berkas, Basis Data, basis data : multi user, basis data adalah, basis data dan pemrosesan file tradisional, basis data dasar, basis data tradisional, basis data yang diperlukan untuk mengolah data, beberapa alasan kesulitan pengolahan data, beberapa media jenis basis data dan cara penyimpanannya, bentuk dukungan multi user dalam database, Biaya penyimpanan yang semakin besar, cara mengatasi masalah pengelolaan database, cara mengatasi masalah redundancy dalam perancangan data base, cara mengatasi redudancy data, cara mengatasi redundancy data, cara mengatasi redundancy database, cara mengubah data di universitas, cara mengurangi kerangkapan data pada database, cara mngatasi redundanci database, contoh "spesialisasi basis data", contoh basis data, contoh basis data (database), contoh contoh inkonsistensi data, contoh data, contoh data dan informasi dalam basis data, contoh data inconsistency, contoh data isolation, contoh data master, contoh data menjadi informasi, contoh data rangkap, contoh data redundancy, contoh data sharing, contoh data sharing pada basis data tersebar, contoh data tradisional, contoh data yang inconsistency, contoh database tradisional, contoh file data, contoh file induk(master file), contoh file manajemen tradisional, contoh file master dan file transaksi, contoh file sejarah, contoh file tradisional, contoh file transaksi, contoh file yang recordnya tetap, contoh gambar tabel sistem basis data mahasiswa, contoh inconsistency, contoh inconsistency data, contoh inkonsistensi, contoh inkonsistensi data, contoh inkonsistensi tabel, contoh kasus pengolahan database, contoh kasus sistem manajemen basis data, contoh keamanan basis data, contoh kerangkapan dan inkonsistensi basis data, contoh kerangkapan data, contoh konsep dasar sistem, contoh konsep dasar sistem basis data, contoh manajemen tradisional, contoh manejemen tradisional, contoh master data, contoh master file, contoh pengolahan data konvensional, contoh perancangan file manajemen tradisional, contoh pertanyaan konseptual, contoh proses data yang disimpan di basis data, contoh redudancy, contoh redudancy dalam basis data, contoh redudancy data, contoh redundancy, contoh redundancy data, contoh redundancy pada database, contoh redundancy rules, contoh security dalam sistem database, contoh sistem basis data, contoh sistem database, contoh sistem database tradisional, contoh soal konsep basis data, contoh soal konseptual database, contoh soal manajemen basis data, contoh soal perancangan basis data, contoh soal proses perancangan basis data, contoh soal redundancy, contoh spesialisasi, contoh spesialisasi sistem basis data, dasar basis data, dasar basisdata, dasar database, dasar perancangan basis data, dasar_dasar basis data, dasar-dasar database, dasar-dasar konsep data manajemen, data berkas sistem manajemen basis data, Data Dependence, data inconsistency, data inconsistency (data tidak konsisten), data inconsistency adalah, data inkonsistensi, data isolasion, data isolation, data isolation adalah, data konvensional, data rangkap, data rangkap dan ketidakkonsistensi data, data redudancy, data redudancy adalah, data redundancy, data redundancy adalah, data redundancy and inconsistency, data redundancy dan inconsistency dalam sistem basis data!, data redundansi biasa terjadi di dalam proses pengolahan file tradisional, data terisolir, Data terisolir (Isolation Data), data tidak konsisten, data tradisional, database, database dalam sistem pengembangan informasi, file, record, database tradisional, dbms digunakan untuk menanggulangi permasalahan pengelolaan data, defenis ikonsitensi data, defenisi data tradisional, defenisi master data, definisi berkas konvensional basis data, definisi dan contoh master file, definisi data base dan contohnya, definisi data dependence, definisi data konvensional, definisi data sharing, definisi fail induk, definisi inkonsistensi, definisi inkonsistensi data, definisi inkosistensi data, definisi konsep dasar sistem basis data, definisi master, definisi master data, definisi master data adalah, definisi master file, definisi pengolahan data, definisi progam data dependence, definisi program data dependence, definisi redundancy dalam database, definisi sistem basis data, file data komputer konvensional, file data konvensional, file penyimpanan induk mysql, file tradisional, file tradisional dan basis data, fungsi basis data dan contoh pemanfaatan basis data tersebut dengan contoh kasus, fungsi data dasar, gambar pemrosesan, gambar pemrosesan file tradisional, gambar sistem basis data, gambarkanlah sistem pengolahan data jadi informasi, inconsistency basis data, inconsistency data, inconsistency data adalah, info tentang basis data, inkonsistensi basis data, inkonsistensi dalam database, inkonsistensi data, inkonsistensi data adalah, inkonsistensi data contoh, inkonsistensi data pengertian, inkonsistensi harus dihindari dalam basis data, inkosistensi data, Integrasi informasi, Integritas Data, Jaringan Komputer, jelaskan apa yg dimaksud dengan sistem manajemen data base, jelaskan bagaimana konsep dasar database, jelaskan bagaimana terjadinya pengelolaan berkas pada manajemen berkas, jelaskan bentuk dukungan multiuser dalam database, jelaskan kelemahan file manajemen tradisional, jelaskan pengolahan basis data, jelaskan tentang kesulitan dalam mengolah data, jenis dari organisasi file tradisional, jenis file tradisional, jenis organisasi file tradisional, jenis-jenis database dalam pendekatan databased untuk pengelolaan data, kasus dalam konsep dasar biaya, kasus pengelolaan data, kegunaan basis data untuk mengatasi masalah-masalah penyusunan data menurut, kegunaan master data, kekurangan basis data, kekurangan fail konvensional, kekurangan pengolahan data tradisional, kekurangan sistem pemrosesan data, kelebihan antara sistem database dengan tradisional, kelebihan basis data dengan tradisional, kelebihan basis data dibandingkan data konvensional, kelebihan dari pendekatan database, kelebihan dari pendekatan manajemen database dibandingkan pendekatan pemrosesan file, kelebihan dari sistem basis data dibandingkan dengan pengolah data secara tradisional, kelebihan database, kelebihan database dibandingkan dengan traditional file, kelebihan file base system, kelebihan file tradisional, kelebihan multi user, kelebihan multiuser, kelebihan pendekatan database, kelebihan pendekatan manajemen database, kelebihan pendekatandatabase, kelebihan sistem berbasis database dengan tradisional, kelebihan sistem fail tradisional (konvensional), kelebihan sistem file konvensional, kelebihan-kelebihan dari pendekatan manajemen database, kelemahan aplikasi basis data konvensional, kelemahan basis data dan menejemen file trasisional, kelemahan basis data konvensional, kelemahan database berdasarkan konsep pemrosesan berkas, kelemahan file manajemen tradisional, kelemahan manajemen data, kelemahan menggunakan basis data, kelemahan pada manajemen data secara konvensional, kelemahan pendekatan database, kelemahan pendekatan pengelolaan tradisional dan pengelolaan data base, kelemahan pendekatan tradisional, kelemahan penggunaan basis data di bandingkan dengan managenent file tradisional, kelemahan sistem fail tradisional, kelemahan sistem file tradisional, kelemahan tradisional file base system, kenapa data diperlukan, kenapa media penyimpanan kurang populer, kendala dalam pemrosesan file, kendala dari sistem pemrosesan file, kendala file tradisional, kendala pemrosesan file, kendala pemrosesan file tradisional, kendala sistem pemrosesan file, kendala sistem pemrosesan file/file tradisional, kerangkapan data, kerangkapan data (redudansi), kerangkapan data adalah, kerangkapan data dapat disebut dengan, kerangkapan data dapat disebut juga, kerangkapan data dapat disebut juga dengan, kerangkapan data dapat juga disebut, kerangkapan data dapat juga disebut dengan, kerangkapan data dapat juga disebut dengan adalah, kerangkapan data di sebut, kerangkapan data disebut, kerangkapan data disebut dengan, kerangkapan data disebut juga, kerangkapan data disebut juga dengan, kerugian manajemen data, Kesukaran dalam Mengakses Data, Kesulitan / inefisiensi dalam pengolahan data, kesulitan dalam mengelola data, kesulitan dalam mengolah data, kesulitan dalam pembuatan database, kesulitan dalam pengolahan data, kesulitan memanage data, kesulitan pertukaran data di sistem file tradisional, keunggulan basis data dibanding file tradisional, keunggulan basis data dibanding file tradisonal, keunggulan dari pendekatan manajemen data berkas tradisional, keunggulan dbms dengan sistem file tradisional, keunggulan file base, keunggulan file tradisional, keunggulan manajemen database, keunggulan pendekatan database, keunggulan pendekatan manajemen data berkas tradisional, keunggulan pendekatan manajemen database, keunggulan pengolahan data, keunggulan record pada database, keunggulan sistem database dengan konvensional, keunggulan sistem database dibandingkan dengan konvensional, keuntungan dan kerugian file manajemen database dengan manajemen tradisional, keuntungan dan risiko pendekatan basis data, keuntungan dengan pendekatan database, keuntungan file base system, keuntungan file tradisional, keuntungan file tradisional dalam basis data, keuntungan pendekatan basis data, keuntungan pendekatan database, keuntungan pengolahan data berbasis data base di bandingkan pengolahan data traditional., keuntungan pengolahan data tradisional, keuntungan pengolahan tradisional, komponen dasar sistem basis data, konsep aplikasi basis data, konsep awal basis data, konsep baru dalam database, konsep basis data, konsep basis data redundancy, konsep dasar basic data, konsep dasar basis ata, konsep dasar basis daata, konsep dasar basis data, konsep dasar basis data yaitu, konsep dasar basisdata, konsep dasar dan pemrosesan data, konsep dasar dari basis data ?, konsep dasar data, konsep dasar data base, konsep dasar data dalam sistem komputer, konsep dasar data dan pemprosesan data dalam sistem komputer, konsep dasar data dan pemrosesan data dalam sistem komputer, konsep dasar database, konsep dasar management media penyimpanan, konsep dasar manajemen basis data, konsep dasar manajemen media penyimpan, konsep dasar manajemen media penyimpanan, konsep dasar menejemen media penyimpanan, konsep dasar pemograman database dan manfaat, konsep dasar pengelolaan database, konsep dasar penggunaan basis data, konsep dasar penggunaan data, konsep dasar pengolahan data, konsep dasar perancangan basis data, konsep dasar perancangan basisi data, konsep dasar perancangan database, konsep dasar sistem basis data, konsep dasar sistem manajemen basis data, konsep data dasar, konsep data sharing, konsep inconsistency, konsep konsep dasar data base, konsep manajemen data dasar, konsep organisasi file dasar dan masalah-masalah pengelolaan sumber data dalam lingkungan file tradisional., konsep pemrosesan data, konsep penghapusan dalam masalah nilai suatu barang, konsep perancangan aplikasi, konsep perancangan program, konsep perancangan program aplikasi, konsep perencanaan program aplikasi, konsep redudancy data, konsep redundancy, konsep redundancy data, konsep redundancy pada basis data, konsep single multi user database, konsep single user dan multi user dalam database, konsep single user pada database, konsep spesialisasi basis data, konsep utama basis data non redundency, konsep-konsep dasar dalam data base, konsp dasatr database, kriteria penyimpanan data yang sesuai dengan konsep basis data, kriteria penyimpanan data yang sesuai konsep baisi data, kriteria penyimpanan data yang sesuai konsep basis data, kumpulan soal perancangan basis data, lingkungan file tradisional, macam redundancy data, makalah integrasi basis data, makna dari program - data - dependence, maksud program data dependence, managemen data konvensional, manajemen data dengan pendekatan tradisional, manajemen data konvensional, manajemen file tradisional, manajemen tradisional tdk menggunakan komputer, manfaat pendekatan database, masalah – masalah yang terjadi volume data bertambah, masalah dalam file tradisional, masalah dalam lingkungan file tradisional, masalah dalam pemrosesan file, masalah dalam penyusunan data dalam basis data, masalah dalam sistem pengelolaan data tradisional, masalah file tradisional, masalah inkonsistensi data adalah, masalah lingkungan file tradisional, masalah masalah dalam pemrosesan file tradisional, masalah pada file tradisional, masalah pada lingkungan file, masalah pada lingkungan file tradisional, masalah pemrosesan file, Masalah Pengamanan ( Security Problem ), masalah pengelolaan data, masalah pengelolaan data ( volume data senantiasa bertambah), masalah pengelolaan data tradisional, masalah pengelolaan database, masalah pengelolaan file, masalah pengelolaan file secara tradisional, masalah pengelolaan sumber data dalam lingkungan file data tradisional, masalah pengolahan file tradisional, masalah utama ketika mengolah data melalui strukture file tradisional, masalah yang terjadi pada pengolahan data jika volume data senantiasa bertambah, masalah yang timbul dalam lingkungan file tradisional, masalah-masalah dalam tradisional file, masalah-masalah yang terdapat pada lingkungan file tradisional, masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan file tradisional, masalah-masalah yang terjadi pada pengelolaan data, jika volume data senantiasa bertambah, masalah-masalah yang terjadi pada proses pengelolaan file (file management) secara tradisional, masalah-masalah yang timbul dalam lingkungan file tradisional, masalha dengan lingkungan file tradisional, mata kuliah sistem database, materi jaringan komputer, media penyimpanan kurang populer, memanage data, membuat database, memperbarui basis data dengan menggunakan data terbaru disebut, menerapkan konsep penghapusan dalam masalah nilai suatu barang, mengapa 1 universitas dapat dikatakan menjadi sebuah sistem, mengapa data diperlukan, mengapa data redudansi biasa terjadi dalam proses pengolahan file tradisional, mengapa data redudansi biasa terjadi di dalam proses pengolahan file tradisional, mengapa data redundansi biasa terjadi dalam proses pengolahan file tradisional, mengapa data redundansi biasa terjadi di dalam proses pengolahan file tradisional, mengapa diperlukan basis data, mengapa inkonsistensi dihindari dalam basis data, mengapa inkonsistensi harus dihindari dalam basis data., mengapa kerangkapan data harus diminimalkan dalam basis data, mengatasi kemunculan data berulang pada database, mengatasi redundancy data, mengatasi redundancy database, mengelola data, mengolah data dan informasi, mengolah data menjadi informasi, mengolah data secara tradisional, mengurangi kerangkapan data, minimal data redundancy, minimal data redundancy yang harus dimiliki oleh sitem basis data, munculnya basis data, pandangan sistem data tradisional, pegertianredandun, Pemborosan media penyimpanan basis data, Pemborosan waktu dalam pengolahan data, pemisahan deskripsi data dari program, pemrosesan data, Pemrosesan data diperlukan untuk mengolah data menjadi informasi, pemrosesan data secara tradisional, pemrosesan data tradisional, pemrosesan file, pemrosesan file secara tradisional, pemrosesan file tradisional, pendekatan basis data, pendekatan basis data kelemahan pendekatan tradisional, pendekatan basis data terhadap pengelolaan data, pendekatan berkas tradisional, pendekatan dalam mengelola data, pendekatan database, pendekatan database permasalahan tradisional, pendekatan manajemen penyimpanan data, pendekatan pemrosesan data, pendekatan tradisional basis data, pendekatan tradisional dalam pemrosesan data, pendekatan tradisional dalam pengolahan informasi, pendekatan tradisional dan pendekatan basis data, pendekatan tradisional pada pengolah data, pendekatan tradisional pemrosesan data, pendekatan tradisional pemrosesan data dan pendekatan data base, pendekatan tradisional untuk pemrosesan data, penertian data dependence, pengamanan sistem basis data, pengantar basis data, pengelola file basis data, pengelolaan data base secara konvesional, pengelolaan data scr tradisional, pengelolaan data tradisional, pengelolaan database scr tradisional, pengelolaan file #sclient=psy, pengenalan file basis data, pengerian dari inskonsestensi data, pengertian abstraksi data, pengertian basis data, pengertian dari vulnerable database, pengertian data dan konsep dasar basis data, pengertian data dependece, pengertian data dependen, pengertian data dependence, pengertian data dependence dan contoh, pengertian data dependency, pengertian data inconsistency, pengertian data inconsistency (data tidak konsisten), pengertian data inconsistent, pengertian data inkonsistensi, pengertian data isolasion, pengertian data isolation, pengertian data konvensional, pengertian data master, pengertian data oriented, pengertian data rangkap, pengertian data redudancy, pengertian data redundacy, pengertian data redundancy, pengertian data sharing pada basis data, pengertian data tidak konsisten, pengertian database pendekatan tradisional, pengertian database tradisional, pengertian ddl, pengertian file dalam database, pengertian file dalm sistem basis data, pengertian file data, pengertian file data data komputer konvensional, pengertian file data komputer konvensional, pengertian file induk, pengertian file manajemen tradisional, pengertian file master?, pengertian file tradisional, pengertian file tradisional manajemen basis data, pengertian inconsistency, pengertian inconsistency data, pengertian inconsistency pada sistem data base, pengertian inconsistensi, pengertian incosistency data, pengertian inkonsistensi, pengertian inkonsistensi basis, pengertian inkonsistensi basis data, pengertian inkonsistensi dalam database, pengertian inkonsistensi data, pengertian inkonsistensi data dan contoh, pengertian inkosistensi data, pengertian inkronsistensi data, pengertian komputer konvensional, pengertian konsep dasar basis data, pengertian konsep dasar sistem basis data, pengertian manajemen berbasis aktivitas, pengertian master data, pengertian master file, pengertian mengelola data, pengertian mengelola data dan informasi, pengertian mengurangi kerangkapan data, pengertian mster file, pengertian pendekatan berbasis aktivitas, pengertian pendekatan manajemen berbasis aktivitas dengan pendekatan konvensional, pengertian pengelolaan data, pengertian pengelolaan file, pengertian pengelolahan file, pengertian pengolahan data, pengertian pengolahan data secara tradisional, pengertian pengolahan file, pengertian pengolahan file tradisional, pengertian perancangan basis data, pengertian program data dependent, pengertian program-data-dependence, pengertian programdata depedence, pengertian redudancy, pengertian redudancy dalam basis data, pengertian redudancy data, pengertian redudancy data dan contohnya dalam perancangan basis data, pengertian redundancy, pengertian redundancy dalam database, pengertian redundancy dan inkonsistensi data, pengertian redundancy dan inkonsistensi data dan contohnya, pengertian redundancy data, pengertian redundant, pengertian sistem basis data, pengertian sistem basis data secara lengkap, pengertian sistem basis terintegrasi, pengertian sistem file tradisional, pengertian sistem pengolahan data, pengertian tabel master, pengertian tabel redundant dalam basis data, pengertian terintegrasi, pengertian terintergrasi, pengertian tipe file, pengertian tipe file master, pengertian tipe file transaksi pada database, pengertian type file, pengertian vulnerable, pengertianterintegrasi, pengertisan inkosistensi dalam basis data, pengetian sistem basis data dan penjelasannya, pengolahan data basis data, pengolahan data secara tradisional, pengolahan data tradisional, pengolahan data tradisional dan basis data, pengolahan file basis data, pengolahan file tradisional, pengolahan file tradisional dan masalahnya, pengrtian database pendekatan tradisional, penjelasan abstraksi data, penjelasan data isolation, penjelasan pengolahan data, penjelasan program data dependence, penjelasan sistem pemrosesan file tradisional, penjelasan tentang inkonsistensi data, penjelasan tentang view pada sistem basis data, penyimpanan data terintegrasi, perancangan aplikasi pengiriman file mata kuliah, perancangan basis data, perancangan database menggunakan pendekatan tradisional, perancangan database tradisional, perangkat lunak berbasis data, perbedaan antara data base konfensional dibanding dengan database komputerisasi, perbedaan antara pendekatan database dengan pendekatan file, perbedaan antara pendekatan tradisional dengan pendekatan database, perbedaan antara pendekatan tradisional untuk pemrosesan data dan pendekatan database, perbedaan antara penolahan data tradisional dengan basis data, perbedaan basis data dan file tradisional, perbedaan data base dengan pengolahan data secara tradisional, perbedaan database dengan tradisional, perbedaan database file system dengan tradisional, perbedaan database tradisional, perbedaan file master dan file transaksi, perbedaan pemrosesan berkas konvensional dan sistem basis data, perbedaan pendekatan database dan pendekatan tradisional, perbedaan pendekatan database dengan pendekatan tradisional, perbedaan pendekatan file dan pendekatan database, perbedaan pendekatan tradisional dan database, perbedaan pendekatan tradisional dan pendekatan database, perbedaan pendekatan tradisional dan pendekatan database pada pengolah data, perbedaan pendekatan tradisional data, perbedaan pendekatan tradisional data dengan pendekatan database, perbedaan pendekatan tradisional dengan database, perbedaan pendekatan tradisional pemrosesan data dan pendekatan database, perbedaan pengolahan data pada basis data dengan file tradisional, perbedaan sistem file tradisional dengan file basis data, perbedaan sistem file tradisional dengan sistem file basis data, perbedaan sistem pemrosesan berkas konvensional dengan sistem basis data, perbedaan sistem pemrosesan berkas/konvensional dengan sistem basis data, perbedaan sistem tradisional dengan sistem basis data, permasalahan dalam pengelolaan database, permasalahan dengan lingkungan file tradisional, permasalahan file tradisional, permasalahan mngelola file atau data secara tradisional, permasalahan peengelolaan data secara tradisional, permasalahan yang terjadi dalam data dan informasi, permaslahan pendekatan file, pertanyaan konseptual, pertanyaan pemrosesan file dan konsep manajemen data, prinsip pengolahan data dengan sistem database, problem - problem dalam basis data konvensional, program data dependence, program data dependence bahasa indonesia, program data dependence dalam basis data, program java untuk penambahan jumlah npm mahasiswa, proses data menjadi informasi, proses pengolahan file tradisional, proses terbentuknya sistem basis data, proses terbentuknya suatu sistem basis data, proses terjadinya data menjadi informasi, proses terjadinya pengelolaan berkas, rancangan konsep pada database, rancangan sistem aplikasi yang menggunakan file manajemen tradisional, rangkaian file manajemen tradisional], record pada file konvensional, redudan data adalah, redudancy adalah, redudancy basis data, redudancy dan contohnya, redudancy data, redudancy data adalah, redudancy data file tradisional, redudancy di basis data, redudancy inkonsistensi isolasi untuk standarisasi multi user security integrity independence, redudansi data pada pengolahan file tradisional terjadi karena, redudansi file tradisional, redudansi sering terjadi dalam file tradisional, redundancy adalah, redundancy dalam basis data, redundancy dan inkonsistensi data, redundancy dan inkonsistensi data mengapa harus dihindari dalam basis data, redundancy data, Redundancy Data (Kerangkapan Data), redundancy data adalah, redundancy data dan inconsistency data, redundancy database, redundant data adalah, referensi konsep basis data#sclient=psy-ab, resiko pemakaian basis data, resiko pendekatan basis data, resiko penggunaan basis data, rumus sbd mysql administrator, sebutkan, sebutkan konsep dasar database, sebutkan konsep data informasi, sebutkan pengertian dari tabel master?, sejarah kemunculan basis data, sejarah komputer, sejarah komputer dan bahasa pascal, sejarah prokom, Semakin besar kemungkinan muncul data tidak konsisten, sisitem pengolahan data tradisional, Sistem basis data, sistem basis data vs pemrosesan tradisional, sistem file tradisional, sistem file tradisional dan sistem file basic data adalah, sistem pemrosesan data, Sistem Pemrosesan File, sistem penyimpanan data terintegrasi, sistem tradisional dalam basisdata adalah, Sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis, sistim pengolahan file secara tradisional, soal, soal contoh khasus dalam sbd, soal manajemen berbasis aktivitas, soal perancangan basis data, spesialisasi basis data, start, struktur file dasa dalam sistem basis data, subschema kontrol aplikasi basis data, tentang security,pengamanan kode dan authentication sistem basis data, teori data inconsistency, tiga macam masalah data data redundancy data isolation data inconsistency, Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency data), timbulnya data rangkap (redundancy), timbulnya data rangkap pada pemrosesan file disebut, timbulnya redundancy data dan inconsistency data, tipe file dalam basis data, tipe file dalam database, tipe file dlm basis data, tipe file pada basis data, tipe-tipe data dalam sistem basis data, tipe-tipe data pada sistem data base, tujuan dari dilakukannya sharing data, tujuan pendekatan data base, tujuan pendekatan database, Web, yang dimaksud data,program dan dependence, yang dimaksud dengan data recundancy, yang dimaksud dengan inkonsistensi data, yang dimaksud dengan pengelolaan file, yang dimaksud dengan program data dependence, yang dimaksud file tradisional, yang dimaksud program data dependence, yang dimaksud redudancy, yang dimaksud view basis data


Contoh gambarnya mana boss?